Komposisi Limbah Tebu (Saccharum officinarum L.) pada Pembuatan Biodegradable Film

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Maria Heviyanti
Murdhiani Murdhiani
Rina Maharany

Abstract

Makanan olahan saat ini umumnya menggunakan bahan kemasan plastic sintetis. Penggunaan plastic sintetis untuk kemasan makanan olahan dapat meningkatkan pencemaran lingkungan karena sulitnya terdegradasi oleh alam. biodegradable film adalah solusi kemasan plastik yang ramah lingkungan. Biodegradable film merupakan plastic organik yang dapat dengan mudah terurai didalam tanah karena terbuat dari polimer hasil pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi bahan yang tepat agar mendapatkan biodegradable film yang berkualita ssebagai bahan kemasan makanan olahan. Pembuatan biodegradable film dimulai dengan pengumpulan ampas tebu dan pelepahnya yang kemudian dipotong dengan ukuran kecil agar mudah dihaluskan untuk mendapatkan selulosa. Selulosa yang dihasilkan direndam dengan NaOH, kemudian hasil rendaman disaring dan ditambah gliserol sebagai plasticer dan CMC sebagai stabilizer, lalu dicetak dan dijemur. Selanjutnya dilakukan pengujian di laboratorium sebelum diaplikasikan ke lapangan dan selanjutnya dapat di produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biodegradable film yang baik terdapat pada perlakuan B1 dengan komposisi 75% ampas tebu dan 25% pelepah tebu dengan nilai parameter kuat tarik adalah 0,71 Mpa dan masih dibawah nilai standarisasi plastic biodegradable yaitu 1-10 Mpa. Biodegradable film yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai kemasan produk-produk ringan.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Author Biographies

Maria Heviyanti, Universitas Samudra

Program Studi Agroteknologi

Murdhiani Murdhiani, Universitas Samudra

Program Studi Agroteknologi

Rina Maharany, STIPAP Medan

Program Studi Budidaya Perkebunan

How to Cite
Heviyanti, M., Murdhiani, M., & Maharany, R. (2021). Komposisi Limbah Tebu (Saccharum officinarum L.) pada Pembuatan Biodegradable Film. Agroteknika, 4(2), 86-94. https://doi.org/10.32530/agroteknika.v4i2.86

References

Andriyanti, W., Suyanti, & Ngasifudin. (2012). Pembuatan dan Karakterisasi Polimer Sub absorben dari Ampas Tebu. Prosiding Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Teknologi Akselerator dan Aplikasinya, vol 13:1-7. Yogyakarta, Indonesia. Januari 2012.
Anggraini, F. (2019). Karakteristik Biodegradable Film Berbasis Ampas Tebu (Saccharum officinarum L) dengan Penambahan Gliserol dan Carboxy Methyl Cellulose (CMC) (Thesis). Retrieved from http://digilib.unila.ac.id/56845/2/SKRIPSI%20FULL.pdf
Gironi, F. & Piemonte, V. (2011). Bioplastics and Petroleum-based Plastics:Strenghs and Weaknesses. Journal of Energy Sources, Part A: Recovery, Utiization, and Enviromental Effects, 33(21), 1949-1959.https://doi.org/10.1080/15567030903436830
Husin, A. A. (2020, November 10). Pemanfaatan Limbah Untuk Bahan Bangunan. Retrieved from http://www.kimpraswil.go.id/balitbang/puskim/Homepage%20Modul%202003/modulc1/MAKALAH%20C1_3.pdf.
Kamal. (2010). Pengaruh Bahan Aditif CMC (Carboxy Methil Cellulose) Terhadap Beberapa Parameter pada Larutan Sukrosa. Jurnal Teknologi, 11(17), 78-84. Retrieved from http://lib.itenas.ac.id/kti/wp-content/uploads/2014/04/JURNAL-Netty-Kamal-ED-17.pdf
Katili, S., Harsunu, B. T., & Irawan, S. (2013). Pengaruh Konsentrasi Plasticizer Gliserol dan Komposisi Khitosan Dalam Zat Pelarut Terhadap Sifat Fisik Edible Film dari Khitosan. Jurnal Teknologi, 6(1), 29-38. https://doi.org/10.3415/jurtek.v6i1
Murdhiani & Rosmaiti. (2017). Pembuatan Polybag Organik SebagaiTempat Media Pembibitan dari Ampas Tebu (Saccharum officinarum). Prosiding Senasmudi “Membangun PenelitianTerapan Yang Bersinergi Dengan Dunia Industri, Pertanian dan Pendidikan”. http://osf.io/preprints/inarxiv
Purwanti, A. (2010). Analisis Kuat Tarik dan Elongasi Plastik Kitosan Terplastisasi Sorbitol. Jurnal Teknologi, 3(2), 99-106. https://doi.org/10.3415/jurtek.v3i2
Putri, R. D. A., Desi, S., & Tias, A. (2019). Analisis Penambahan Carboxymethyl Cellulose terhadap edible Film Pati Ubi Garut sebagai Pengemas Buah Strawberry. Jurnal Riset dan Sain Teknologi, 3(2), 77-83. http://dx.doi.org/10.30595/jrst.v3i2.4911
Tewari, M., Singh, V. K., Gope, P. C., & Chaudhary, A. K. (2012). Evaluation of Mechanical Properties of Bagasse-Glass Fiber Reinforced Composite. J. Mater. Environ. Sci, 3(1), 171-184. ISSN: 2028-2508. Retrieved from https://www.jmaterenvironsci.com/Document/vol3/17-JMES-153-2011-Tiwari.pdf
Yosephine, A., Gala, V., Ayucitra, A., & Retnoningtyas, E. S. (2012). Pemanfaatan Ampas Tebu dan kulit pisang Dalam Pembuatan Kertas Serat Campuran. Jurnal Teknik Kimia Indonesia, 11(2), 95- 96.http://dx.doi.org/10.5614/jtki.2012.11.2.6
Zulferiyenni., Hanum, T. & Suharyono, A. S. (2004). Pemurnian Selulosa Nenas untuk Bahan Dasar Pembuatan Film Selulosa. J. Panel. Pertanian Terapan, 4(1), 55-62.