https://agroteknika.id/index.php/agtk/issue/feedAgroteknika2026-09-30T23:05:56+07:00Hendrajurnalagroteknika@gmail.comOpen Journal Systems<p>Nama Jurnal <strong> Agroteknika</strong><br>ISSN <strong> <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1561443574" target="_blank" rel="noopener">2685-3450</a> (Elektronik)</strong><br> <strong><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1562131516" target="_blank" rel="noopener">2685-3353</a> (Cetak)</strong><br>DOI Lama <strong><a href="https://search.crossref.org/?q=2685-3450&from_ui=yes" target="_blank" rel="noopener">prefix 10.32530 oleh <img src="http://ijain.org/public/site/images/apranolo/Crossref_Logo_Stacked_RGB_SMALL.png" width="44" height="12"></a><br></strong>DOI Baru <strong><a href="https://search.crossref.org/?q=2685-3450&from_ui=yes" target="_blank" rel="noopener">prefix 10.55043 oleh <img src="http://ijain.org/public/site/images/apranolo/Crossref_Logo_Stacked_RGB_SMALL.png" width="44" height="12"></a></strong><br>Frekuensi<strong> Mulai tahun 2024, 4 terbitan per tahun</strong><br><strong> (Maret, Juni, September dan Desember)<br></strong> <strong>sebelumnya 2 terbitan (Juni dan Desember)</strong><br>Kebijakan Akses <a href="https://agroteknika.id/index.php/agtk/akses" target="_blank" rel="noopener"><em><strong>Open Access <img src="/public/site/images/sysadmin/openaccess1.png" width="45" height="17"></strong></em></a><br>Biaya Publikasi <strong><a href="https://agroteknika.id/index.php/agtk/biaya">Rp. 700.000,-</a> (Mulai 1 Januari 2026)</strong><br>Editor in chief <strong><a href="https://scholar.google.co.id/citations?user=mDTmXtwAAAAJ&hl=en" target="_blank" rel="noopener">Hendra</a> </strong> Scopus ID: <strong><a href="https://www.scopus.com/authid/detail.uri?authorId=57963611700" target="_blank" rel="noopener">57963611700</a></strong><br>Penerbit<strong> <a href="https://gesociety.org" target="_blank" rel="noopener">Green Engineering Society</a><br>Status <a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals?q=agroteknika" target="_blank" rel="noopener"> Terkreditasi Nasional SINTA 3</a> <br> <a href="https://drive.google.com/file/d/17sDWbazlUA5uR8lVnM3enpwSKyO5f_UG/view?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener">Nomor 85/M/KPT/2020</a></strong></p>https://agroteknika.id/index.php/agtk/article/view/543Penggunaan Pendekatan Fishbone Diagram untuk Identifikasi Risiko Produksi Gula Aren di Kabupaten Tanah Datar2026-09-30T23:05:56+07:00Afdhoal KhairulAfdhoalkhairul@gmail.comNofialdi Nofialdinofialdi@agr.unand.ac.idAfrianingsih Putriafrianingsih@agr.unand.ac.id<p><em>Aren merupakan tanaman potensial yang hampir tumbuh diseluruh pulau di Indonesia. Meskipun peluang agroindustri gula aren sebagai substitusi gula pasir terbuka lebar, namun pengembangannya masih terhambat oleh kompleksitas tantangan seperti keterbatasan SDM, peralatan yang tidak memadai, cuaca ekstrem, serta kualitas bahan baku yang berisiko menghambat proses produksi. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi sumber-sumber risiko produksi agroindustri gula aren di Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini dilaksanakan di Nagari Andaleh Baruh Bukik Kecamatan Sungayang Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Pemilihan tempat penelitian ini ditentukan dengan secara sengaja (Purposive) mempertimbangkan bahwa Kabupaten ini merupakan salah satu sentra produksi penghasil aren terbesar di Sumatra Barat. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan analisa deskriptif kualitatif. Sampel yang digunakan sebanyak 30 pengrajin gula aren. Data dianalisis dengan kualitatif untuk mengidentifikasi sumber-sumber risiko yang terjadi pada agroindustri gula aren menggunakan diagram tulang ikan. Hasilnya teridentifikasi 36 penyebab risiko yang dikelompokkan ke dalam empat kategori: sumber daya manusia, bahan baku, peralatan dan alam. Risiko dominan meliputi penurunan/kerusakan kualitas nira serta ketidakstabilan ketersediaan, kegagalan peralatan, serta faktor manusia, disertai gangguan hama/satwa liar dan angin kencang. Implikasi praktisnya, temuan ini menyediakan dasar prioritisasi mitigasi risiko melalui penyusunan SOP sanitasi dan penutupan tabung nira, pemeliharaan/penggantian peralatan, pelatihan teknik dan penjadwalan penyadapan, serta dukungan kelembagaan (akses peralatan dan informasi cuaca) guna menstabilkan pasokan, menjaga mutu, dan memperkuat keberlanjutan usaha pengrajin gula aren di daerah penelitian.</em></p>2026-09-30T22:56:35+07:00Copyright (c) 2026 Afdhoal Khairul, Nofialdi Nofialdi, Afrianingsih Putrihttps://agroteknika.id/index.php/agtk/article/view/761Studi Karakteristik Laju Respirasi Alpukat Tongar pada Berbagai Konsentrasi Oksigen selama Penyimpanan Dingin 2026-09-30T23:04:48+07:00Syarifah Ummairohsyarifahummairoh2011113008@gmail.comOmil Charmyn Chatibomilcchatib@ae.unand.ac.idKhandra Fahmykhandrafahmy@ae.unand.ac.id<p><em>Alpukat varietas Tongar merupakan buah klimakterik yang memiliki laju respirasi tinggi setelah panen sehingga mudah mengalami penurunan mutu dan kerusakan. Pengendalian kondisi penyimpanan, khususnya konsentrasi O₂ dan suhu, sangat penting untuk memperlambat proses respirasi dan memperpanjang umur simpan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik laju respirasi alpukat Tongar pada berbagai konsentrasi O₂ selama penyimpanan pada suhu dingin (10°C). Pengukuran laju respirasi dilakukan menggunakan metode aliran kontinu (flow-through method) dengan perlakuan konsentrasi O₂ sebesar 2%, 4%, 9%, dan 20%. Parameter yang diamati meliputi laju konsumsi O₂ dan laju produksi CO₂ selama 14 jam penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju konsumsi O₂ menurun seiring waktu pada seluruh perlakuan, dengan nilai tertinggi pada konsentrasi 20% O₂ dan terendah pada 9% O₂. Sebaliknya, laju produksi CO₂ meningkat selama penyimpanan, dengan nilai tertinggi juga ditemukan pada konsentrasi 20% O₂, sedangkan konsentrasi 2% menghasilkan produksi CO₂ terendah. Hasil ini menunjukkan bahwa konsentrasi O₂ berpengaruh terhadap laju respirasi alpukat Tongar. Konsentrasi O₂ rendah efektif menekan respirasi, namun perlu dikontrol agar tidak memicu kondisi anaerob. Dengan demikian, pengaturan konsentrasi O₂ dan suhu penyimpanan yang tepat berpotensi mempertahankan mutu dan memperpanjang umur simpan alpukat Tongar.</em></p>2026-09-30T22:41:21+07:00Copyright (c) 2026 Syarifah Ummairoh, Omil Charmyn Chatib, Khandra Fahmyhttps://agroteknika.id/index.php/agtk/article/view/709Potensi, Tantangan, dan Strategi Pengembangan Varietas Padi Lokal Sumatera Barat: Literature Review dan Analisis Bibliometrik2026-09-29T14:57:00+07:00Hendra Alfihendraalfi77@gmail.comAflizar Aflizaraflizar_melafu@yahoo.comFajri Fajrifajri81syamsuddin@gmail.comIas Marroha Doli Siregarias.marroha.doli@polsri.ac.idEmilia Husnaemiliahusna183@gmail.comAndreas Sitanggangpagandreas049@gmail.comNanda Audia Pratiwinandaaudiapratiwi@gmail.com<p><em>Padi sebagai sumber utama beras memiliki peran strategis dalam ketahanan pangan nasional, namun penurunan luas lahan dan fluktuasi produktivitas meningkatkan risiko ketergantungan terhadap varietas homogen berdaya hasil tinggi. Dalam konteks tersebut, padi lokal berpotensi menjadi sumber daya genetik adaptif yang belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi, tantangan, dan arah pengembangan padi lokal Sumatera Barat melalui studi literatur terstruktur yang ditelusuri melalui beberapa pangkalan data/sumber literatur ilmiah, seperti Google Scholar, PubMed, Crossref, dan ResearchGate dalam rentang tahun 2010–2025 dan analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer. Hasil menunjukkan bahwa padi lokal memiliki keragaman genetik tinggi, ketahanan terhadap cekaman biotik dan abiotik, serta mutu beras khas yang bernilai ekonomi. Meskipun produktivitasnya umumnya lebih rendah dibandingkan varietas unggul baru, stabilitas hasil dan potensi perbaikan genetik menjadikannya sumber gen penting dalam pemuliaan dan pengembangan varietas spesifik lokasi. Analisis bibliometrik mengungkap bahwa penelitian masih didominasi oleh aspek eksplorasi dan karakterisasi, sementara integrasi hulu–hilir dan pendekatan agribisnis berkelanjutan masih terbatas. Studi ini menegaskan perlunya strategi pengembangan terintegrasi berbasis konservasi, inovasi budidaya, diversifikasi produk, dan penguatan rantai nilai untuk memperkuat kemandirian pangan dan keberlanjutan sistem produksi beras nasional.</em></p>2026-09-29T14:53:51+07:00Copyright (c) 2026 Hendra Alfi, Aflizar Aflizar, Fajri Fajri, Ias Marroha Doli Siregar, Emilia Husna, Andreas Sitanggang, Nanda Audia Pratiwihttps://agroteknika.id/index.php/agtk/article/view/710Pengembangan dan Evaluasi Formula Enteral Rumahan “NATEWA” untuk Pasien Pasca Stroke2026-09-29T14:22:24+07:00Ika Mukti Virgiyantiikamuktiv@gmail.comFifi Luthfiyahfifiluthfiyah@poltekkes-malang.ac.idSalsabila Rafiqa Sahdasalsabilarafiqasahda@gmail.com<p><em>Pasien pasca stroke sering</em><em> kali menghadapi masalah klinis kritis berupa malnutrisi, yang memerlukan dukungan gizi melalui nasogastric tube (NGT). Kondisi ini diperparah oleh tantangan dalam penyediaan nutrisi yang memadai di rumah, terutama karena ketergantungan pada formula komersial yang menimbulkan beban finansial dan masalah aksesibilitas, sehingga mendorong kebutuhan akan alternatif formula enteral rumahan yang terjangkau dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menganalisis formula makanan enteral rumahan, 'Natewa', yang dirancang khusus untuk pasien pasca stroke.</em> <em>Penelitian menggunakan desain deskriptif komparatif, formula 'Natewa' dikembangkan dari bahan-bahan lokal dan dievaluasi kandungan gizi, viskositas, sifat organoleptik, serta biaya produksinya. Pengukuran viskositas dilakukan dengan metode gravitasi menggunakan spuit 50 mL dan NGT 12 Fr, waktu alir dihitung menggunakan stopwatch; kandungan zat gizi dihitung secara empiris menggunakan TKPI dan biaya produksi dihitung menggunakan perkiraan harga pasar di Surabaya. Formula 'Natewa' berhasil mencapai densitas kalori 1,04 kkal/mL dan viskositas 0,083 poise, serta memiliki biaya produksi yang ekonomis sebesar Rp 3.405 per 200 mL. Namun, uji organoleptik mengindikasikan skor yang sangat rendah untuk rasa (2,47 ± 1,302) dan aroma (2,67 ± 0,976), mengkonfirmasi adanya rasa pahit dan tengik yang kuat. Meskipun 'Natewa' menawarkan solusi gizi yang memadai dan hemat biaya, masalah sensori ini menjadi penghalang kritis bagi penerimaan dan kepatuhan pasien jangka panjang, sehingga memerlukan optimasi lebih lanjut untuk meningkatkan keberhasilan implementasi di rumah</em>.</p>2026-09-29T14:20:07+07:00Copyright (c) 2026 Ika Mukti Virgiyanti, Fifi Luthfiyah, Salsabila Rafiqa Sahdahttps://agroteknika.id/index.php/agtk/article/view/684A Perancangan Unit Pengolahan dan Analisis Kelayakan Usaha Kombucha Daun Kelor di PT Mond Nature Lestari, Kampar, Riau 2026-09-27T23:29:03+07:00Tiyas Tono Taufiqtiyastaufiq12@gmail.comAgustina Agustinaagustina.atina17@gmail.comDemas Bayu Handikademas.handika@gmail.comReny Guspratiwireny.guspratiwi@gmail.com<p><em>Kombucha merupakan minuman fungsional yang dihasilkan melalui fermentasi larutan teh dan gula serta memiliki potensi pasar yang besar seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang unit pengolahan dan menganalisis kelayakan usaha pendirian unit pengolahan kombucha berbahan dasar daun kelor (Moringa oleifera L.) di Kabupaten Kampar, Riau. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif meliputi aspek teknis dan analisis finansial. Unit pengolahan direncanakan memiliki kapasitas produksi 1.000 botol per hari pada tahun pertama. Berdasarkan analisis teknis menggunakan aplikasi Blocplan, total luas area produksi yang dibutuhkan adalah 210 m² dengan tata letak tipe process layout. Hasil analisis finansial menunjukkan total investasi awal dibutuhkan sebesar Rp 185.000.000, dengan nilai Break Even Point (BEP) volume sebesar 100.515</em> <em>unit botol per tahun. Nilai Net Present Value (NPV) dengan suku bunga 12% adalah positif sebesar Rp 1.816.427.163 setelah 5 tahun. Internal Rate of Return (IRR) menunjukkan angka 115-120% per tahun, dengan Profitability Index menunjukkan hasil sebesar 10,82. Berdasarkan indikator tersebut, usaha ini dinyatakan layak dan prospektif untuk dijalankan.</em></p>2026-09-27T23:29:03+07:00Copyright (c) 2026 Tiyas Tono Taufiq, Agustina Agustina, Demas Bayu Handika, Reny Guspratiwi