https://agroteknika.id/index.php/agtk/issue/feedAgroteknika2026-07-07T15:10:33+07:00Hendrajurnalagroteknika@gmail.comOpen Journal Systems<p>Nama Jurnal <strong> Agroteknika</strong><br>ISSN <strong> <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1561443574" target="_blank" rel="noopener">2685-3450</a> (Elektronik)</strong><br> <strong><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1562131516" target="_blank" rel="noopener">2685-3353</a> (Cetak)</strong><br>DOI Lama <strong><a href="https://search.crossref.org/?q=2685-3450&from_ui=yes" target="_blank" rel="noopener">prefix 10.32530 oleh <img src="http://ijain.org/public/site/images/apranolo/Crossref_Logo_Stacked_RGB_SMALL.png" width="44" height="12"></a><br></strong>DOI Baru <strong><a href="https://search.crossref.org/?q=2685-3450&from_ui=yes" target="_blank" rel="noopener">prefix 10.55043 oleh <img src="http://ijain.org/public/site/images/apranolo/Crossref_Logo_Stacked_RGB_SMALL.png" width="44" height="12"></a></strong><br>Frekuensi<strong> Mulai tahun 2024, 4 terbitan per tahun</strong><br><strong> (Maret, Juni, September dan Desember)<br></strong> <strong>sebelumnya 2 terbitan (Juni dan Desember)</strong><br>Kebijakan Akses <a href="https://agroteknika.id/index.php/agtk/akses" target="_blank" rel="noopener"><em><strong>Open Access <img src="/public/site/images/sysadmin/openaccess1.png" width="45" height="17"></strong></em></a><br>Biaya Publikasi <strong><a href="https://agroteknika.id/index.php/agtk/biaya">Rp. 700.000,-</a> (Mulai 1 Januari 2026)</strong><br>Editor in chief <strong><a href="https://scholar.google.co.id/citations?user=mDTmXtwAAAAJ&hl=en" target="_blank" rel="noopener">Hendra</a> </strong> Scopus ID: <strong><a href="https://www.scopus.com/authid/detail.uri?authorId=57963611700" target="_blank" rel="noopener">57963611700</a></strong><br>Penerbit<strong> <a href="https://gesociety.org" target="_blank" rel="noopener">Green Engineering Society</a><br>Status <a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals?q=agroteknika" target="_blank" rel="noopener"> Terkreditasi Nasional SINTA 3</a> <br> <a href="https://drive.google.com/file/d/17sDWbazlUA5uR8lVnM3enpwSKyO5f_UG/view?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener">Nomor 85/M/KPT/2020</a></strong></p>https://agroteknika.id/index.php/agtk/article/view/457Pengaruh Sinar Lampu LED Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Edamame2026-07-07T15:10:33+07:00Suharno Suharnosuharnoyoma@gmail.comIsna Tustiyaniisnatustiyani@gmail.comCristina Yulaikachristinayulaika@gmail.comUlya Nailus Sa’adahulya@gmail.com<p><em>Tanaman edamame merupakan tanaman hari panjang yang berasal dari daerah subtropis. Daerah tropis seperti Indonesia, memiliki penyinaran sinar matahari yaitu 12 jam per hari. Perlakuan lama penyinaran lampu LED diduga akan meningkatkan produktivitas edamame. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interaksi antara perlakuan lama penyinaran dan jenis lampu terhadap pertumbuhan dan hasil edamame. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui lama penyinaran dan jenis lampu terbaik untuk menghasilkan karakter pertumbuhan dan produksi edamame terbaik. Percobaan ini dilakukan pada bulan Juni 2024 – Oktober 2024, di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor dan 6 ulangan. Faktor pertama yaitu lama penyinaran lampu LED yang terdiri dari 12, 14, dan 16 jam. Faktor kedua yaitu jenis lampu yang terdiri dari 10 W dan 20 W. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tidak terlihat adannya interaksi antara lama penyinaran dan jenis lampu pada parameter pengamatan. Lama penyinaran 16 jam berbeda signifikan terhadap bobot basah per tanaman.</em></p>2026-07-07T15:08:55+07:00Copyright (c) 2026 Suharno Suharno, Isna Tustiyani, Cristina Yulaika, Ulya Nailus Sa’adahhttps://agroteknika.id/index.php/agtk/article/view/741Systematic Literature Review: Integrasi Rantai Pasok, Prediksi Harga, dan Teknologi Pertanian dalam Mendukung Ketahanan Pangan Beras2026-07-07T11:50:36+07:00Kiki Puspitasarikiki.puspitasari@mhs.unsoed.ac.idImam Widhionoimam.widhiono@unsoed.ac.idSri Lestarisri.lestari2511@unsoed.ac.idBudi Dharmawanbudi.dharmawan@unsoed.ac.id<p><em>Ketahanan pangan beras menjadi isu strategis di Indonesia karena tingginya ketergantungan masyarakat terhadap beras serta kompleksitas permasalahan pada sistem produksi, distribusi, dan stabilitas harga. Perkembangan teknologi dan metode analisis modern mendorong munculnya berbagai kajian mengenai rantai pasok, peramalan harga, dan teknologi pertanian untuk mendukung sistem pangan yang lebih efisien dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mensintesis perkembangan kajian mengenai integrasi rantai pasok, peramalan harga, dan teknologi pertanian dalam mendukung ketahanan pangan beras melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Metode penelitian mengacu pada pedoman PRISMA melalui tahapan identifikasi, penyaringan, evaluasi, dan sintesis literatur yang diperoleh dari Google Scholar, Scopus, ScienceDirect, dan SINTA pada periode 2020–2026. Kajian literatur mengindikasikan bahwa penelitian rantai pasok beras masih menghadapi berbagai permasalahan struktural, seperti dominasi perantara, inefisiensi distribusi, dan ketimpangan nilai tambah. Pada aspek peramalan harga, terjadi perkembangan metode dari pendekatan statistik konvensional menuju pembelajaran mesin dan pembelajaran mendalam yang memiliki akurasi lebih tinggi dalam menangkap pola nonlinier. Sementara itu, penerapan teknologi pertanian, seperti pertanian cerdas dan sistem informasi digital, terbukti meningkatkan efisiensi produksi dan transparansi rantai pasok. Walaupun demikian, sebagian besar penelitian masih membahas ketiga aspek tersebut secara terpisah dan belum terintegrasi dalam satu kerangka analisis yang komprehensif. Oleh karena itu, integrasi manajemen rantai pasok, sistem peramalan harga, dan teknologi pertanian menjadi strategi penting dalam memperkuat ketahanan pangan beras.</em></p>2026-07-07T11:50:36+07:00Copyright (c) 2026 Kiki Puspitasari, Imam Widhiono, Sri Lestari, Budi Dharmawanhttps://agroteknika.id/index.php/agtk/article/view/683Analisis Struktur Vegetasi dan Keanekaragaman Gulma pada Agroekosistem Kacang Panjang (Vigna unguiculata) di Aceh Barat2026-07-02T12:36:48+07:00Rayhan Amadius Weihanrayhanamadius@utu.ac.idHilmina Itawarnemihitawarnemi@utu.ac.idChairudin Chairudinchairuddin@utu.ac.idPutri Mustika Sariputrimustika@utu.ac.idZulia Anandazuliaananda@usk.ac.id<p><em>Persaingan gulma dengan tanaman budidaya merupakan faktor pembatas utama dalam produksi kacang panjang (Vigna unguiculata) di lahan gambut, khususnya di wilayah dengan fluktuasi iklim yang dinamis seperti Aceh Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi jenis dan menganalisis struktur komunitas gulma pada lahan budidaya kacang panjang di Desa Ujung Tanoh Darat, Meureubo, Aceh Barat. Penelitian dilaksanakan pada November hingga Desember 2025 dengan metode kuadrat melalui peletakan 10 plot sampel secara acak berukuran 0,5 m × 0,5 m pada fase vegetatif tanaman (4 hingga</em> <em>6 MST). Hasil identifikasi menunjukkan terdapat delapan spesies gulma yang terbagi dalam tiga kelompok: berdaun lebar (5 spesies), rerumputan (2 spesies), dan teki-tekian (1 spesies). Berdasarkan analisis vegetasi, Ludwigia octovalvis dan Fimbristylis littoralis ditemukan sebagai spesies dominan dengan nilai Summed Dominate Ratio (SDR) masing-masing sebesar 23,05% dan 22,71%. Dominansi ini didukung oleh kondisi iklim tipe A (Sangat Basah) </em> <em>dengan ketiadaan bulan kering yang memicu pertumbuhan gulma hidrofit dan sub-hidrofit pada lahan gambut dengan drainase buruk. Nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’ = 1,576) dan kemerataan (E = 0,758) berada pada kategori sedang, sementara indeks kekayaan spesies Margalef (Dmg = 1,268) tergolong rendah. Struktur komunitas gulma yang belum stabil dan didominansi oleh spesies kompetitif menuntut penerapan strategi Pengelolaan Gulma Terpadu </em><em><span style="text-decoration: line-through;"> </span>melalui kombinasi pengendalian mekanis dan kultur teknis untuk menjaga produktivitas kacang panjang di lahan gambut secara berkelanjutan.</em></p>2026-07-02T12:36:48+07:00Copyright (c) 2026 Rayhan Amadius Weihan, Hilmina Itawarnemi, Chairudin Chairudin, Putri Mustika Sari, Zulia Anandahttps://agroteknika.id/index.php/agtk/article/view/715Analisis Atribut Sensitif Keberlanjutan Petani Plasma Kelapa Sawit di Kecamatan Teluk Gelam2026-06-30T17:41:34+07:00Sekar Wahyu Ningsihskrwahyuningsih@gmail.comLifianthi Lifianthiskrwahyuningsih@gmail.comErni Purbiyantiskrwahyuningsih@gmail.com<p><em>Keberlanjutan usaha tani kelapa sawit pola plasma sangat ditentukan oleh ketahanan internal petani terhadap tekanan eksternal, terutama yang terkait dengan ketergantungan finansial/pembiayaan dari skema kredit kemitraan. Meskipun berfungsi sebagai modal awal, tingginya rasio kewajiban finansial berpotensi melemahkan ketahanan usaha dan status keberlanjutan jangka panjang petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indeks keberlanjutan multidimensi (dimensi ekonomi, lingkungan, sosial, teknis dan kelembagaan) serta mengidentifikasi atribut pengungkit (leverage) yang paling sensitif dalam meningkatkan status keberlanjutan petani plasma di Kecamatan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Penelitian dilakukan dengan pengambilan sampel secara sengaja (purposive sampling) terhadap 50 petani plasma pada masing-masing KUD. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan studi literatur. Analisis keberlanjutan menggunakan pendekatan Multi-Dimensional Scaling (MDS) melalui program Rap-PalmOil. Selanjutnya, analisis daya ungkit (leverage analysis) dari MDS digunakan untuk menentukan faktor-faktor dengan pengaruh tertinggi terhadap keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status keberlanjutan petani plasma berada pada kategori cukup berkelanjutan (61,72), dengan dimensi teknis dan kelembagaan menjadi faktor paling sensitif terhadap perubahan leverage. Tingginya leverage terbukti menurunkan indeks keberlanjutan akibat meningkatnya ketergantungan pada kewajiban kredit serta lemahnya posisi tawar petani dalam pola kemitraan plasma. Penguatan kapasitas kelembagaan dan perbaikan tata kelola keuangan menjadi strategi krusial untuk meningkatkan keberlanjutan jangka panjang petani plasma.</em></p>2026-06-30T17:41:34+07:00Copyright (c) 2026 Sekar Wahyu Ningsih, Lifianthi Lifianthi, Erni Purbiyantihttps://agroteknika.id/index.php/agtk/article/view/733Analisis Hambatan Adopsi Drone Sprayer pada Mekanisasi Pertanian Menggunakan Interpretive Structural Modelling (ISM)2026-06-30T11:15:34+07:00Wahyudi Adi Prasetyowahyudi@ulbi.ac.idRizqi Permana Saririzqipermanasari@gmail.comArief Ikarwahyudi@ulbi.ac.idKrisnawanti Krisnawantiwahyudi@ulbi.ac.id<p><em>Indonesia memiliki potensi sebagai salah satu pemasok beras utama di Asia Tenggara. Namun demikian, tren penurunan produksi domestik yang disertai peningkatan impor menunjukkan adanya tantangan struktural dalam sektor pertanian. </em><em>Upaya modernisasi melalui digitalisasi pertanian, termasuk penggunaan drone sprayer belum diadopsi secara luas oleh petani kecil. Pendekatan Interpretive Structural Modelling (ISM) dilakukan untuk menganalisis hambatan adopsi drone sprayer di kalangan petani Desa Jatimulya Subang. Hasil menunjukkan bahwa biaya, persepsi, kapabilitas teknis, dukungan institusional, dan faktor demografis merupakan penghambat utama, dengan akar masalah pada lemahnya dukungan institusional dan kendala demografis. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan peran institusi melalui edukasi, pelatihan, literasi, serta regenerasi petani guna mempercepat adopsi teknologi. Studi ini menghasilkan model sistemik sebagai dasar perumusan strategi intervensi yang lebih efektif di sektor pertanian.</em></p>2026-06-30T11:15:34+07:00Copyright (c) 2026 Wahyudi Adi Prasetyo, Rizqi Permana Sari, Arief Ikar, Krisnawanti Krisnawanti