Pengaruh Konsentrasi Pupuk Bioslurry Cair dan Lama Perendaman terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Jagung (Zea mays L.)

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Mia Margarita Andriyani
Yuni Nurfiana
Sri Ratna Triyasari

Abstract

Jagung (Zea mays L.) termasuk salah satu komoditas pangan strategis yang berpotensi untuk terus dikembangkan karena menjadi sumber utama karbohidrat dan protein setelah padi. Penurunan produksi jagung di Indonesia menjadi salah satu kendala dalam pemenuhan kebutuhan domestik, salah satunya disebabkan oleh rendahnya mutu fisiologis benih, sehingga diperlukan upaya peningkatan mutu benih melalui teknik invigorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi konsentrasi bioslurry dan lama perendaman yang paling efektif terhadap viabilitas dan vigor benih jagung. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri atas empat taraf kepekatan bioslurry, yaitu tanpa perendaman (A0), air (A1), air:bioslurry 2:1 (A2), dan air:bioslurry 1:1 (A3), serta tiga taraf lama perendaman, yaitu 12 jam (L1), 24 jam (L2), dan 48 jam (L3). Setiap perlakuan diulang empat kali sehingga diperoleh 40 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi indeks vigor, daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum, benih segar tidak tumbuh, berat basah kecambah normal, dan berat kering kecambah normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa priming benih menggunakan bioslurry efektif meningkatkan viabilitas dan vigor benih jagung. Perlakuan air:bioslurry (2:1) selama 12 jam dan air:bioslurry (1:1) selama 24 jam merupakan kombinasi yang paling potensial untuk diterapkan dalam peningkatan mutu fisiologis benih jagung.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Author Biographies

Mia Margarita Andriyani, Universitas Trunojoyo Madura

Program Studi Agroekoteknologi, Universitas Trunojoyo Madura, Bangkalan, Indonesia

Yuni Nurfiana, Universitas Trunojoyo Madura

Program Studi Agroekoteknologi, Universitas Trunojoyo Madura, Bangkalan, Indonesia

Sri Ratna Triyasari, Universitas Trunojoyo Madura

Program Studi Agribisnis, Universitas Trunojoyo Madura, Bangkalan, Indonesia

How to Cite
Andriyani, M. M., Nurfiana, Y., & Triyasari, S. R. (2026). Pengaruh Konsentrasi Pupuk Bioslurry Cair dan Lama Perendaman terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Jagung (Zea mays L.). Agroteknika, 9(2), 383-395. https://doi.org/10.55043/agroteknika.v9i2.728

References

Agustiansyah, S., Timotiwu, P. B., & Pramono, E. (2022). Pengaruh Priming terhadap Vigor Cabai Asal Benih Belum Kedaluwarsa yang Disemai di Media Tanah Masam. Jurnal Agrotek Tropika, 10(2), 217-224. https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JA/article/view/5520.
Anggraini, I. H., Kamal, M., Pramono, E., & Setiawan, K. (2020). Pengaruh Lama Simpan pada Vigor Benih dan Kecambah Sorgum (Sorghum bicolor [L.] Moench) Genotipe Kawali dan P/F-10-90A. Jurnal Agrotek Tropika, 8(2), 327. https://doi.org/10.23960/jat.v8i2.3909
Ashraf, M., & Foolad, M. R. (2005). Pre-sowing seed treatment—A shotgun approach to improve germination, plant growth, and crop yield under saline and non-saline conditions. Advances in Agronomy, 88, 223–271. https://doi.org/10.1016/S0065-2113(05)88006-X
Augustyn, G. H., Tetelepta, G., & Abraham, I. R. (2019). Analisis Fisikokimia Beberapa Jenis Tepung Jagung (Zea mays L.) Asal Pulau Moa Kabupaten Maluku Barat Daya. AGRITEKNO: Jurnal Teknologi Pertanian, 8(2), 58–63. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/1963974
Badan Pusat Statistik. (2024). Luas panen dan produksi jagung di Indonesia 2024. Jakarta: BPS RI. https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2024/10/15/2378/luas-panen-dan-produksi-jagung-di-indonesia.html
Copeland, L. O., & McDonald, M. B. (2001). Principles of Seed Science and Technology (4th ed.). Kluwer Academic Publishers. https://doi.org/10.1007/978-1-4615-1619-4
Fatikhasari, Z., Lailaty, I. Q., Sartika, D., & Ubaidi, M. A. (2022). Viabilitas dan Vigor Benih Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.), Kacang Hijau (Vigna radiata (L.) R. Wilczek), dan Jagung (Zea mays L.) pada Temperatur dan Tekanan Osmotik Berbeda. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 27(1), 7–17. https://journal.ipb.ac.id/index.php/JIPI/article/view/37256
Harsono, N. A., Bayfurqon, F. M., & Azizah, E. (2021). Pengaruh Periode Simpan dan Konsentrasi Ekstrak Bawah Merah (Allium cepa L.) terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Timun Apel (Cucumis SP.). Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 7(5), 14-26. https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/1165
Hasan, F., Apia, R., Jafar, M. I., Sudiarta, I. M., & Abidin, Z. (2024). Respon Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis (Zea mays Saccharata L.) Terhadap Aplikasi Bioslurry dan Kotoran Walet. Jurnal Agro Indragiri, 9(2), 47–53. https://doi.org/10.32520/jai.v9i2.3148
Kadir, M., Ashan, M. D., & Syamsia. (2023). Improvement of vigor and early growth of two composite maize varieties through seed priming treatment. Journal of Agriculture, 2(1). https://doi.org/10.47709/joa.v2i01.2389
Melia, F., Aldian, F. M., Pahlevi, M. S. F., Risqullah, R. N. I., & Oktaffiani, S. (2023). Peran Pemerintah dalam Meningkatkan Volume Ekspor Jagung. Jurnal Economina, 2(1). https://doi.org/10.55681/economina.v2i1.287
Mora, Y. F., Rafli, M., Ismadi, I., Faisal., & Nilahayati. (2022). Uji Perkecambahan Benih Jagung Manis ( Zea mays saccharata Sturt ) pada Berbagai Media Kertas Pendahuluan Metode Penelitian Keserempakan Tumbuh Benih , Kecepatan Tumbuh Potensi Tumbuh Maksimum, Daya Berkecambah. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi, 1(3), 58–62. https://doi.org/10.29103/jimatek.v1i3.9754
Pallaoro, D. S., Camili, E. C., Guimarães, S., & Albuquerque, M. C. F. (2016). Methods for priming maize seeds. Journal of Seed Science, 38(2), 148–154. https://doi.org/10.1590/2317-1545v38n2161132
Paparella, S., Araújo, S. S., Rossi, G., Wijayasinghe, M., Carbonera, D., & Balestrazzi, A. (2015). Seed priming: State of the art and new perspectives. Plant Cell Reports, 34(8), 1281–1293. https://doi.org/10.1007/s00299-015-1784-y
Pramono, E., Kamal, M., Setiawan, K., & Tantia., M. A. (2019). Pengaruh Lama Simpan dan Suhu Ruang Penyimpanan pada Kemunduran dan Vigor Benih Sorgum ( Sorghum bicolor [L.] Moench.) Varietas Samurai-1. Jurnal Agrotek Tropika, 7(2), 383. https://doi.org/10.23960/jat.v7i2.3261
Reed, R. C., Bradford, K. J., & Khanday, I. (2022). Seed germination and vigor: Ensuring crop sustainability in a changing climate. Heredity, 128(6), 450–459. https://www.nature.com/articles/s41437-022-00497-2
Suarni, & Yasin, M. (2011). Jagung sebagai sumber pangan fungsional. Iptek Tanaman Pangan, 6(1), 41–56. https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/6770
Tianchi, B., Changqian, Z., Bianguang, L., Fei, L., & Getang, L. (2015). Effects of Biogas Slurry Soaking on Rice Seed Germination and Seedling Growth. Journal of Ecology and Rural Environment, 31(4), 504–599. https://dx.doi.org/10.11934/j.issn.1673-4831.2015.04.024
Waruwu, I. P., & Lase, N. K. (2025). Pengaruh Lama Perendaman Air terhadap Perkecambahan Jagung. Jurnal Ilmu Pertanian Dan Perikanan, 02(2), 110–115. https://sihojurnal.com/index.php/penarik/article/view/633/406
Yusmiati, & Singgih, B. (2018). Pemanfaatan Residu/Ampas Produksi Biogas dari Limbah Ternak (Bio-Slurry) Sebagai Sumber Pupuk Organik Utilization. Jurnal Kelitbangan, 6(2), 139–148. https://doi.org/10.35450/jip.v6i02.92