Pemodelan Dinamis Kebutuhan Air Tanaman Padi Pada Irigasi Lahan Kering Semi-Arid Naen Menggunakan Cropwat 8.0
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
Sawah tadah hujan di wilayah semi-arid menghadapi keterbatasan air akibat variabilitas curah hujan dan tingginya evapotranspirasi, sehingga diperlukan pemodelan kebutuhan air berbasis data iklim dan karakteristik tanah untuk meningkatkan efisiensi serta keberlanjutan pengelolaan pertanian. Penelitian ini bertujuan memodelkan kebutuhan air tanaman padi pada sistem sawah tadah hujan di wilayah semi-arid Naen menggunakan perangkat lunak Cropwat 8.0 sebagai dasar optimasi pengelolaan air. Analisis dilakukan dengan mengintegrasikan data iklim, curah hujan dan sifat fisik tanah. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai evapotranspirasi referensi (ETo) sebesar 4,00 mm/hari pada kondisi suhu rata-rata 26,3°C dan kelembapan relatif 82%. Total curah hujan tahunan mencapai 1.302,6 mm, dengan curah hujan efektif sebesar 778,2 mm atau sekitar 60% dari total curah hujan. Karakteristik tanah menunjukkan nilai Total Available Water (TAW) sebesar 200 mm/m dan laju infiltrasi 30 mm/hari, yang mengindikasikan kemampuan tanah yang baik dalam menyimpan air. Pemodelan menggunakan Cropwat 8.0 menunjukkan bahwa total kebutuhan air irigasi (Irrigation Requirement/IRR) selama satu musim tanam sebesar 207,6 mm, dengan periode tanam paling optimal pada dekade kedua bulan November. Pada periode Desember hingga Februari, kebutuhan irigasi tercatat 0,00 mm per dekade karena curah hujan telah mencukupi kebutuhan evapotranspirasi tanaman. Hasil penelitian menegaskan bahwa Cropwat 8.0 efektif digunakan sebagai alat pendukung perencanaan irigasi berbasis data lokal. Sinkronisasi waktu tanam dengan awal musim hujan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan efisiensi penggunaan air dan menjaga produktivitas padi pada sistem sawah tadah hujan di wilayah semi-arid Naen.
##plugins.themes.academic_pro.article.details##

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Allen, R. G., Pereira, L. S., Raes, D., & Smith, M. (1998). Crop evapotranspiration - Guidelines for computing crop water requirements - FAO Irrigation and drainage paper 56. Italy. FAO 1998. https://www.fao.org/4/x0490e/x0490e00.htm
Anika, N., Kusmali, M., Harmiansyah, H., Gumaran, S., & Ridwan, R. (2024). Water Productivity of Mustard Green ( Brassica Juncea L .) with Variation of Irrigation Systems. Jurnal Teknik Pertanian Lampung, 13(3). https://doi.org/10.23960/jtep-l.v13i3.831-838
Aslam, F. M., Sidiq, I. A., & Fauzi, N. K. (2025). Pergeseran Tipe Iklim Di Wilayah NTT Menggunakan Klasifikasi Iklim Schmidth Fergusson Tahun 1971-2020. Jurnal Penelitian Geografi, 4(1). https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/geojpg/article/view/30905
Avianto, Y., Pratama, A. B., Noviyanto, A., & Fauzi, F. R. (2024). Analyzing the Influence of Altitudinal Gradients on Clove Physiology and Yield in the Menoreh Highlands. Jurnal Biologi Tropis, 24(4). 10.29303/jbt.v24i4.7562
Dasril, Istijino, B., & Nurhamidah. (2021). Evaluasi Kebutuhan Air Irigasi dengan Aplikasi Cropwat 8.0 Daerah Irigasi Amping Parak. Rang Teknik Journal, 4(2), 374–382. https://www.researchgate.net/publication/352140696_EVALUASI_KEBUTUHAN_AIR_IRIGASI_DENGAN_APLIKASI_CROPWAT_80_DAERAH_IRIGASI_AMPING_PARAK
Nath, S., Devakumar, N., Patra, S. S., & Nanda, A. (2022). Estimation of Crop Water Requirement and Irrigation Scheduling of Rice in Shivamogga District of Karnataka Using FAO CROPWAT. Journal of Cereal Research, 14(Spl2). https://doi.org/10.25174/2582-2675/2022/125782
Putra, M. H. S. (2025). Analisis Kebutuhan Air Irigasi Menggunakan Software Cropwat 8.0 ( Studi Kasus : Daerah Irigasi Sekampung Batanghari ). Jurnal Ilmu dan Terapan Bidang Teknik Sipil, 30(2), 246–55. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/mkts/article/download/66772/28220
Putri, S. K., Baskoro, D. P. T., & Rachman, L. M. (2021). Analysis of Soil Physics Quality Index in Terms of Soybean Crop Productivity. Jurnal Tanah dan Iklim, 45(2), 163–73. https://epublikasi.pertanian.go.id/berkala/jti/article/view/3280
Qin, M., Hao, L., Sun, L., Liu, Y., & Sun, G. (2017). Climatic Controls on Watershed Reference Evapotranspiration Vary Dramatically during the Past 50 Years in Southern China. Hydrology and Earth System Sciences, 1(40). https://doi.org/10.5194/hess-2017-241
Ridwan, R., Amin, M., Asmara, S., & Ramadhani, J. (2022). Analisis Perencanaan Bangunan Bendung Untuk Kebutuhan Air Irigasi di Das Way Pemerihan Kecamatan Bengkunat Kabupaten Pesisir Barat. Jurnal Agricultural Biosystem Engineering, 1(3). https://doi.org/10.23960/jabe.v1i3.6334
Safitri, D. E., Ahmad, A., & Nathan, M. (2021). Study of Soil Management in Rice Fields in Bantimurung District Maros Regency. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 807. 10.1088/1755-1315/807/4/042008
Sagita, D., Oksana, O., & Septirosya, T. (2020). Estimasi Kebutuhan Air Irigasi Padi ( Oryza Sativa L.) Di Desa Koto Perambahan Kecamatan Kampar Timur Berdasarkan Model Software Software Cropwat 8.0. Jurnal Agroteknologi, 11(1), 17–24. http://dx.doi.org/10.24014/ja.v11i1.9988
Syahlevi, S. I., Nurhamidah, & Junaidi. (2024). Estimating Paddy Field Water Requirements Using CROPWAT 8.0: A Case Study in Anai Irrigation Area, West Sumatra, Indonesia. LIMNOTEK Perairan Darat Tropis di Indonesia, 30(2), 46-55. https://doi.org/10.55981/limnotek.2024.4985
Tubani, R. M., Wilhelmus, I. M. U., & Bunganaen. (2024). Analisis Ketersediaan Debit Air Irigasi Terhadap Pola Tanam Masyarakat Pada Daerah Irigasi Haekrit Kabupaten Belu. Konferensi Nasional Teknik Sipil (KoNTekS), 2(5). https://doi.org/10.62603/konteks.v2i5.199
Zega, N. D. (2024). Pengaruh Tekstur Dan Struktur Tanah Terhadap Distribusi Air Dan Udara Di Profil Tanah. Jurnal Ilmu Pertanian, 1(2). https://doi.org/10.70134/penarik.v1i2.52